Sajak - Subagio Sastrowardoyo [ Profil Subagio Sastrowardoyo ]

Sajak
oleh Subagio Sastrowardoyo

Apakah arti sajak ini
Kalau anak semalam batuk-batuk,
bau vicks dan kayuputih
melekat di kelambu.
Kalau istri terus mengeluh
tentang kurang tidur, tentang
gajiku yang tekor buat
bayar dokter, bujang dan makan sehari.
Kalau terbayang pantalon
sudah sebulan sobek tak terjahit.
Apakah arti sajak ini
Kalau saban malam aku lama terbangun:
hidup ini makin mengikat dan mengurung.
Apakah arti sajak ini:
Piaraan anggerek tricolor di rumah atau
pelarian kecut ke hari akhir?

Ah, sajak ini,
mengingatkan aku kepada langit dan mega.
Sajak ini mengingatkan kepada kisah dan keabadian.
Sajak ini melupakan aku kepada pisau dan tali.
Sajak ini melupakan kepada bunuh diri.(sumber)


Profil Subagyo Sastrowardoyo :


Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun (Jawa Timur) tanggal 1 Februari 1924. Dalam sastra Indonesia Subagio Sastrowardoyo lebih dikenal sebagai penyair meskipun tulisannya tidak terbatas pada puisi.
Nama Subagio Sastrowardoyo dicatat pertama kali dalam peta perpuisian
Indonesia ketika kumpulan puisinya Simphoni terbit tahun 1957 di
Yogyakarta.Ia ditulis oleh seorang yang tidak memberi aksentuasi pada gerak, pada suara keras, atau kesibukan di luar dirinya.
Ia justru suatu perlawanan terhadap gerak, suara keras, serta kesibukan
di luar sebab Subagio Sastrowardoyo memilih diam dan memenangkan diam. a meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1996 dalam usia 72 tahun.

Pendidikan Subagio dilakukan di berbagai tempat, yaitu HIS di Bandung dan Jakarta. Pendidikan HBS, SMP, dan SMA di Yogyakarta.
Pada tahun 1958 berhasil menamatkan studinya di Fakultas Sastra,
Universitas Gadjah Mada dan 1963 meraih gelar master of art (M.A.) dari
Department of Comparative Literature, Universitas Yale, Amerika Serikat.

Subagio pernah menjabat Ketua Jurusan Bahasa Indonesia B-1 di Yogyakarta (1954—1958). Ia juga pernah mengajar di almamaternya, Fakultas Sastra, UGM pada tahun 1958—1961. Pada 1966—1971 ia mengajar di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung .
Selanjutnya, tahun 1971—1974 mengajar di Salisbury Teacherrs College,
Australia Selatan, dan di Universitas Flinders, Australia Selatan tahun
1974—1981. Selain itu, ia juga pernah bekerja
sebagai anggota Dewan Kesenian Jakarta (1982—1984) dan sebagai anggota
Kelompok Kerja Sosial Budaya Lemhanas dan Direktur Muda Penerbitan PN
Balai Pustaka (1981).

Oleh karena itu, ia tidak saja dikenal sebagai penyair, tetapi sekaligus sebagai esais, kritikus sastra, dan cerpenis.
Ajip Rosidi yang menggolongkannya ke dalam pengarang periode 1953—1961
menyatakan bahwa selain sebagai penyair, Subagio juga penting dengan
prosa dan esai-esainya.(sumber)

Noah Lirik Video

Artikel Sajak - Subagio Sastrowardoyo [ Profil Subagio Sastrowardoyo ] dengan alamat url http://anak-smkn3tegal.blogspot.com/2010/08/sajak-subagio-sastrowardoyo-profil.html ini diposting oleh Noah Lirik Video pada hari . Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

8 komentar:

  • Fajar says:
    30 Agustus 2010 15.00

    untuk ndak jadi bunuh diri ..karena sajak tersebut...he.he..

  • Camajuyas says:
    30 Agustus 2010 15.03

    waduh...sungguh butuh penalaran tersendiri terhadap puisi ini...

  • attayaya jadi anak smp says:
    30 Agustus 2010 16.25

    hajaaar bang

  • Sugeng says:
    30 Agustus 2010 21.17

    Sukses aja kang dengan postingan tentang SMP, semoga bisa membersihkan nama baiknya :D
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  • bintangair says:
    30 Agustus 2010 22.15

    puisi nya seru

    sukses terus tentang ANAK SMP nya semoga bisa mengembalikan arti ANAK SMP yang sebenarnya

    salam kenal..:)

  • penghuni60 says:
    31 Agustus 2010 11.20

    itu bkn bpknya Dian Sastro kan??? hehe..
    :)
    puisinya keren tuh

  • attayaya jadi anak smp says:
    31 Agustus 2010 15.15

    pokoke jangan mpe bunuh diri
    teruslah berjuang kawan
    maju terus pantang mundur
    hajaaaaaarrrrrrr

  • Return to My Blogg says:
    31 Agustus 2010 19.33

    syair atau puisi itu?
    nampaknya agak menyindir, tapi membangun kok...
    membangun hati.. hehehe

Poskan Komentar